February 2012
342 posts
Feb 28th
Feb 28th
2 notes
Feb 27th
187 notes
Feb 27th
3,332 notes
Feb 27th
844 notes
Feb 27th
1,263 notes
Feb 27th
268 notes
Feb 27th
7,727 notes
Feb 27th
1,363 notes
Feb 27th
85 notes
Feb 27th
162 notes
Feb 27th
500 notes
Feb 27th
677 notes
Feb 27th
675 notes
Feb 27th
157 notes
Feb 27th
964 notes
Feb 27th
1,369 notes
Feb 27th
2,744 notes
Feb 27th
308 notes
Feb 27th
Feb 27th
Feb 27th
Feb 27th
Feb 27th
1 note
Feb 27th
Feb 27th
2 notes
2 tags
Menempuh Jalan Tuhan
Tulisan ini adalah buah pikir Saiful Amin Sholihin Al-Ishaqy, Pengasuh GD Mambaul Hikmah, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Dimuat di Kompas, 28 Februari 2012. Ini yang disebut perspektif cantik. Laik dibaca… Islam, sebagaimana agama lain, merupakan agama dakwah; agama yang mengajak ke jalan Allah SWT, jalan Tuhan. Namun, dakwah Islam harus dilakukan dengan bijak, penuh hikmah, dengan ...
Feb 27th
Feb 27th
Feb 27th
“kelihatannya partai-partai masih belum beranjak dari posisinya sebagai ”benda...”
– M Alfan Alfian
Feb 27th
“Partai yang baik bukan sekadar mesin pendulang suara. Ia semestinya punya...”
– M Alfan Alfian
Feb 27th
1 note
“The morality of a [political] party must grow out of the conscience and the...”
– Eleanor Roosevelt
Feb 27th
1 tag
Hikayat Peneroka dan Tanah Puak
Tulisan ini adalah buah pikir Riki Dhamparan Putra, Penyair dan Pemerhati Masalah Sosio-Budaya, Menetap di Jakarta. Dimuat di Kompas, 28 Februari 2012. Kebijaksanaan masa lalu entah menguap ke mana, tetapi sinyalir bahwa pun masa lalu kegilaan kontinental pun sudah ada bibitnya, membuat kita harus bergidik. Merusak itu sudah menjadi mental warisan, untuk tak dikatakan budaya. Apakah masih harus...
Feb 27th
1 tag
Ruang Ekspresi Publik Direbut
Tulisan ini dimuat di Kompas, 28 Februari 2012. Kalau sudah ruang disumbat, pastilah ia akan mencari jalan keluarnya, apapun itu. Jakarta, Kompas - Kekerasan individu atau kelompok masyarakat merupakan imbas dari ekspresi kultural yang tersumbat. Bukannya membuka sumbatan ekspresi, sistem negara justru memfasilitasi kekuatan ekonomi untuk merebut ruang-ruang ”milik” publik. Publik terus...
Feb 27th
1 tag
Feb 27th
Feb 27th
10,948 notes
Feb 26th
1,936 notes
Feb 26th
3,849 notes
Feb 26th
224 notes
1 tag
Menakar Kesetiaan Buaya dan Merpati
Penggunaan metafora “buaya darat” untuk laki-laki yang susah menetapkan hati atau dengan kata lain tak setia pada satu wanita adalah hal yang jamak dilakukan dalam masyarakat kita. Pemilihan hewan buaya sebagai “kambing hitam” untuk para laki-laki yang tak setia menarik untuk dikaji karena di etnik Betawi, hewan ini malah digunakan sebagai simbol kesetiaan. Tak tanggung-tanggung simbol itu...
Feb 26th
Feb 26th
Feb 26th
333 notes
1 tag
Masyarakat Hilang Orientasi
Tulisan ini dimuat di Kompas, 27 Februari 2012. Kekerasan tampaknya menjadi cara untuk mencapai sesuatu. Sesuatu inilah yang harus kita gali, terus dan terus. Agar ada hikmah yang kita dapat, agar ada cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya. Jakarta, Kompas - Kekerasan dan kebrutalan yang dilakukan individu atau kelompok akhir-akhir ini menunjukkan masyarakat kehilangan orientasi....
Feb 26th
1 tag
Feb 26th
Feb 26th
1 tag
Laki-laki Pemanggul Goni
Cerita Pendek yang cantik ini adalah buah karya Budi Darma. Dimuat di Kompas, 26 Februari 2012. Cerpen kali ini nuansanya begitu religius. Hanya sebagaimana sastra pada umumnya, religiusitas yang dihamparkan tak serasa menggurui. Ia lembut, metaforis, butuh pencerapan untuk melihat simbol-simbol di dalamnya. Seperti pemanggul goni kali ini. Sosok yang ditakuti ini bisa jadi bukan hanya pencabut...
Feb 25th
1 note
1 tag
Kehilangan
Tulisan ini adalah buah pikir Samuel Mulia. Dimuat di Kompas, 26 Februari 2012. Tulisan mas Samuel kali ini menyasar keseimbangan. Seperti biasa, lugas tetapi tidak kehilangan keanggunannya. Belum lama ini salah satu klien saya secara tiba-tiba menghentikan proyeknya dan mengalihkannya kepada institusi lain. Keadaan macam ini acap kali menyulut rasa jengkel, meski saya mengerti bahwa di dalam...
Feb 25th
Princess Avi: Sepucuk Surat untuk Laki-Laki →
princessavi: tulisan ini dimuat di Republika, bagian resonansi, edisi sabtu, 25 februari 2012. merupakan tulisan dari Asma Nadia. semoga kaum adam bisa memuhasabahinya. Saya tidak tahu ke mana tepatnya sepucuk surat ini harus saya kirim agar benar-benar sampai tak hanya di tangan, tetapi juga hatimu. Ketika… yah, perempuan memang lemah… lah kalau laki-lakinya yang lemah, gimana...
Feb 25th
1 note
Feb 25th
384 notes
Feb 25th